Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Reog ponorogo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Reog ponorogo. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

Reog Ponorogo

Reog Ponorogo

 

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Sejarah


Pertunjukan reog di Ponorogo tahun 1920. Selain reog, terdapat pula penari kuda kepang dan bujangganong.
Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok , namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya . Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

Pementasan Seni Reog


Reog Ponorogo
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang atau jathilan, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping.
Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Tokoh-tokoh dalam seni Reog

Jathil


Jathilan (depan)
Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau greget sang penari.
Jathilan ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus, berparas ganteng atau mirip dengan wanita yang cantik. Gerak tarinya pun lebih cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus, lincah, genit. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.

Warok


Warok Ponorogo
"Warok" yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).
Warok merupakan karakter/ciri khas dan jiwa masyarakat Ponorogo yang telah mendarah daging sejak dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi penerus. Warok merupakan bagian peraga dari kesenian Reog yang tidak terpisahkan dengan peraga yang lain dalam unit kesenian Reog Ponorogo. Warok adalah seorang yang betul-betul menguasai ilmu baik lahir maupun batin.

Barongan (Dadak merak)


Barongan (Dadak merak)
Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong. Dadak merak, kerangka terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik - manik (tasbih). Krakap terbuat dari kain beludru warna hitam disulam dengan monte, merupakan aksesoris dan tempat menuliskan identitas group reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram.

Klono Sewandono


Prabu Klono Sewandono
Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut. Pusaka tersebut digunakan untuk melindungi dirinya. Kegagahan sang Raja di gambarkan dalam gerak tari yang lincah serta berwibawa, dalam suatu kisah Prabu Klono Sewandono berhasil menciptakan kesenian indah hasil dari daya ciptanya untuk menuruti permintaan Putri (kekasihnya). Karena sang Raja dalam keadaan mabuk asmara maka gerakan tarinyapun kadang menggambarkan seorang yang sedang kasmaran.

Bujang Ganong (Ganongan)


Bujang Ganong (Ganongan)
Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak - anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.[4]

Kontroversi


Foto tari Barongan di situs resmi Malaysia, yang memicu kontroversi.
Tarian sejenis Reog Ponorogo yang ditarikan di Malaysia dinamakan Tari Barongan tetapi memiliki unsur Islam. Tarian ini juga menggunakan topeng dadak merak, yaitu topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak. Deskripsi dan foto tarian ini ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia.
Kontroversi timbul karena pada topeng dadak merak di situs resmi tersebut terdapat tulisan "Malaysia", dan diakui sebagai warisan masyarakat keturunan Jawa yang banyak terdapat di Batu Pahat, Johor dan Selangor, Malaysia. Hal ini memicu protes berbagai pihak di Indonesia, termasuk seniman Reog asal Ponorogo yang menyatakan bahwa hak cipta kesenian Reog telah dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004, dan dengan demikian diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Ditemukan pula informasi bahwa dadak merak yang terlihat di situs resmi tersebut adalah buatan pengrajin Ponorogo. Ribuan seniman Reog sempat berdemonstrasi di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. Pemerintah Indonesia menyatakan akan meneliti lebih lanjut hal tersebut.
Pada akhir November 2007, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu. Reog yang disebut “Barongan” di Malaysia dapat dijumpai di Johor dan Selangor, karena dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri tersebut sebelum penubuhan Indonesia, menjadikan migran itu tidak pernah menjadi rakyat Indonesia

 

Jumat, 28 Desember 2012

SDN Ambulu 01 – Masih Sekolah yang Terbaik

SDN Ambulu 01 – Masih Sekolah yang Terbaik

ikawawi.blogspot.com

52 SDN Ambulu 01   Masih Sekolah yang Terbaik 
ikawawi.blogspot.com
situstalenta.comSD Negeri Ambulu 01 membuktikan diri menjadi sekolah yang terbaik di kecamatan Ambulu. Bukan hanya dari sisi akademik, tapi juga dalam proses pembinaan talenta-talenta peserta didik di berbagai bidang non-akademik. Proses pembinaan multi talenta yang terbilang berhasil tersebut dapat dinikmati pada acara Lepas Pisah siswa-siswi Kelas VI yang digelar sejak pagi hingga malam hari pada 20/6 lalu di pelataran sekolah. Berbagai pertunjukan yang digelar dalam acara tersebut tidak sebagaimana layaknya tontonan anak-anak yang baru belajar, tapi sudah dikemas dengan begitu professional dan memiliki nilai jual. Tidak heran jika Kepala UPT Pendidikan Ambulu, Drs. Rahmatullah, MPd. menyempatkan diri untuk hadir, tidak hanya di pagi – siang hari, bahkan menikmati rangkaian pertunjukan yang digelar pada malam harinya. Rahmatullah juga berulangkali menyampaikan pujian, setiap kali panggung berganti pertunjukan. Seolah semua tontonan yang diusung anak-anak, tidak ada satupun yang tidak layak tampil.61 SDN Ambulu 01   Masih Sekolah yang Terbaik
ikawawi.blogspot.com “MCnya sudah seperti pembawa acara di televisi. Cara berimprovisasi dan membuat tema pembicaraan untuk disesuaikan dengan pertunjukan yang mau ditampilkan benar-benar seperti MC professional,” puji Kepala UPT Pendidikan Ambulu ini saat mengapresiasi tampilan lima anak yang bergantian memandu acara. Terlihat sekali jika Rahmatullah cukup puas melihat jalannya keseluruhan acara yang dipersembahkan oleh anak-anak SD Negeri Ambulu 01, sekolah yang diharapkan oleh Kepala UPT Pendidikan Ambulu ini kelak akan menjadi sekolah percontohan. Tidak hanya sekolah percontohan bagi sekolah-sekolah lain yang ada di kecamatan Ambulu, tapi juga dari kecamatan-kecamatan lain di kabupaten Jember.
ikawawi.blogspot.com             Acara lepas pisah itu sendiri memang digelar dengan sangat istimewah oleh SD Negeri Ambulu 01. Jauh lebih istimewah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari tertutupnya hampir seluruh halaman sekolah yang sangat luas dengan tenda yang sangat besar, serta ratusan kursi yang berjajar di depan panggung sepanjang lebih dari 12 meter. Dengan panggung yang cukup luas itulah, anak-anak dapat dengan leluasa menampilkan bakat dan kebolehan mereka.ikawawi.blogspot.comSANY0170 SDN Ambulu 01   Masih Sekolah yang Terbaik
ikawawi.blogspot.com Pada pagi hari, selain acara resmi Lepas Pisah, digelar pula tampilan Reog Ponorogo dengan atraksi Tari “Warok dan Jathil” yang dibawakan siswa-siswi kelas VI. Sebelum menunjukkan atraksinya di tempat acara, anak-anak tersebut terlebih dahulu berunjuk kebolehan di sepanjang jalan sejauh kurang lebih 2 Km. Tampilan menarik yang mendapat sambutan luar biasa dari undangan yang hadir ini, juga ditambah dengan pertunjukan teater yang cukup menguras air mata. Dengan penuh penghayatan, anak-anak yang masih sangat belia tersebut mampu menunjukkan olah karakter mereka di atas panggung. Selain itu, panggung juga diisi dengan beragam acara sebagaimana acara-acara lepas-pisah yang ada di sekolah-sekolah lain, seperti paduan suara, pidato dua bahasa, baca puisi, dan yang lainnya. Sementara pada malam hari, acara diisi khusus dengan rangkaian hiburan, mulai dari dari berbagai tari kontemporer dan tradisional, lagu-lagu karaoke, serta live music dari band anak-anak kelas VI.
            Acara yang sedemikian meriah tersebut menurut Kepala SD Negeri Ambulu 01, Sutarlan, SPd. semua diprakarsai oleh orang tua/wali murid plus komite, dan pihak sekolah hanya memfasilitasinya. Namun demikian, pihak sekolah tidak begitu saja lepas tangan, karena sebagian besar pertunjukan yang dihadirkan pada acara tersebut adalah hasil dari bimbingan guru-guru, terutama untuk tari dan band. Sedang untuk tampilan pertunjukan yang melibatkan pihak luar sebagai pelatih, saat latihan selalu didampingi oleh guru untuk melihat sejauh mana perkembangan hasil latihan anak-anak.
            “Kita memang berusaha memfasilitasi anak-anak yang memiliki bakat dan potensi di bidang non-akademik. Rupanya, niat baik sekolah mendapat sambutan yang positif dari orang tua/wali murid, sehingga mereka bukan hanya mendukung program-program yang diusung sekolah, bahkan tidak jarang justru mereka yang memiliki gagasan sekaligus merealisasikannya meski tanpa dukungan dana dari pihak sekolah. Sinergitas yang terbangun dengan baik antara pihak sekolah dengan wali murid inilah yang membuat anak-anak dapat menyajikan pertunjukan yang sedemikian luar biasa,” ungkap Sutarlan.
            Dengan melihat bervariasinya ragam pertunjukan yang ditampilkan anak-anak, kedepan Kepala SD Negeri Ambulu 01 ini akan berupaya untuk menambah kegiatan pengembangan diri, termasuk menambah sanggar-sanggar belajar. Pengembangan kegiatan ekstra seni tradisional termasuk kesenian Reog Ponorogo juga akan mendapat prioritas. Sementara untuk drumband, meski dari sisi finansial bagi lembaga tidak ada persoalan, namun karena pertimbangan kepentingan akademik, sampai dengan saat ini masih belum ada rencana dari pihak sekolah untuk menambah ekstra kurikuler drumband.
            “Karena drumband itu menguras cukup banyak tenaga, baik saat latihan apalagi saat pertunjukan, saya khawatir dapat mengganggu belajar anak-anak,” kata Sutarlan menyampaikan alasannya.
            Mengembangkan bakat dan potensi siswa di segala bidang, bagi Kepala Sekolah dan guru-guru SDN Ambulu 01 memang menjadi bagian dari tugas yang mereka emban. Namun demikian, keberhasilan di bidang akademik tetap menjadi prioritas utama. Itu sebabnya, dalam beberapa tahun terakhir, perolehan nilai UN yang diraih siswa-siswa sekolah ini senantiasa berada di urutan teratas, termasuk untuk tahun ini. Meski untuk nilai tertinggi perorangan diraih oleh siswa dari sekolah lain, namun untuk nilai rata-rata lembaga sekecamatan Ambulu masih diraih siswa-siswi SDN Ambulu 01 SD Negeri Ambulu 01.
ikawawi.blogspot.com

Minggu, 30 Desember 2012

Ambulu {Jember}

                         AMBULU  (Jember)



ikawawi.blogspot.com Ambulu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah selatan kecamatan ini berbatasan dengan Samudra Hindia. Salah satu pantai yang terkenal adalah Pantai Watu Ulo. Kecamatan Ambulu mempunyai luas wilayah 104,56 Km2 dengan ketinggian rata-rata 18 m dari atas permukaan laut.
Jumlah Penduduk : +100.000 Pendidikan: Terdiri dari 52 SD, 13 SMP, dan 11 SMA (sederajat)dan 3 PT. terdiri dari 15 Bank termasuk Bank MAndiri (KCP),BCA (KCP),BRI (KCP) (2 Unit),Danamon (2KCP),Muamalat Bank (K.Kas),UOB Buana (KCP), Bank JATIM (K.Kas), Bank BTPN (KCP)(Mitra), Bank Mega Syariah (KCP), 58 Koperasi, 1 KUD, 8 pasar, dan 9 PT/CV

Ambulu, merupakan kota kecil sebagai penyangga dari kota jember. Akan tetapi merupakan kota kecamatan teramai di kabupaten jember. Ambulu juga menjadi barometer musik. Artinya, di kota kecil ini pertunjukan musik sekelas nasional sering digelar, artis2 ibukota juga sering manggung dikota ini, contoh : God Bless, Base Jam, Kapten, Wali, Hijau Daun, dan masih banyak artis2 papan atas lainnya. Hingga sampai saat ini banyak groub2 music yang layak di perhitungkan, Seperti  Guitaris Band Rock papan atas POWER METAL ( Ipunk) yang asli orang Ambulu. Dan juga untuk Komunitasnya yang patut di acungi jempol yaitu KOMA (Komunitas Musisi Ambulu)ikawawi.blogspot.com.


ikawawi.blogspot.com Ambulu juga merupakan kota kesenian. Di bandingkan dengan kecamatan lain di kabupaten Jember, Ambulu memiliki banyak bermacam-macam kesenian. Reog Ponorogo, jaranan, Jaran Kencak, Wayang kulit, topeng madura, sandur,janger, ludruk dan lain-lain.Hal ini bisa dimaklumi karena masyarakat Ambulu berasal dari berbagai sub kultur di Jawa Timur, mulai suku Osing-Banyuwangi, Madura, Ponorogo, dan Blitar. Karena itu di sana tersedia terminal bus umum) ke berbagai jurusan.
Di kota Ambulu ada gunung kecil (bukit) yang dinamakan "Gunung Watu Pecah". Dinamakan watu pecah dalam Bahasa Jawa (Bahasa Indonesia: batu pecah) karena di salah satu puncaknya terdapat batu besar yang terbelah dua. Bukit ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya untuk kegiatan olahraga dan rekreasi. Selain hawanya sejuk, dapat pula memandang indahnya Kota Ambulu dan sekitarnya dengan terlebih dahulu memanjat gunung batu ini.Ditimur Lereng Bukit ini saat ini telah dibangun Proyek Kolam Renang(Water Boom)yaitu Niagara Water Park& Water boom, dan ada juga DIRA I (Swimming Pool, Swalayan, Fashion Store, Convention Hall), DIRA II (Boutique & Book Store), Larisso Plasa (Swalayan & Dept. Store) dan telah dibangun juga Futsal & Fitnes Centre di ambulu (opening soon 4 September 2011).
Ambulu juga memiliki tempat wisata yang indah, yaitu Pantai Watu Ulo (Bahasa Indonesia: "batu ular"). Berjarak sekitar 12 km dari kota Ambulu, atau 40km dari pusat kota Jember.
ikawawi.blogspot.com
Batu yang menurut masyarakat mirip dengan ular , dan batu ini yang di namakan Watu ulo (batu ular)

ikawawi.blogspot.com
pantai Papuma yang bersebelahan dengan Pantai watu ulo.

 Pada hari minggu dan libur panjnag tempat ini luar biasa ramainya.Sayangnya di Ambulu belum terdapat tempat penginapan atau hotel. Konon sekitar tahun 1990-an, hotel satu-satunya yang ada diPantai Watu Ulo ini sudah tidak beroperasi lagi,Adapun Hotel terdekat yaitu diPapuma yang merupakan Teritorial Kecamatan Wuluhan.
ikawawi.blogspot.com