Pages

Minggu, 03 Februari 2013

10 Letusan Gunung Berapi Terbesar di Dunia


Letusan Gunung Berapi Terbesar di Dunia


Berikut ini adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah yang diukur berdasarkan skala  Volcanic Explosivity Index (VEI), suatu sistem klarifikasi yang mirip dengan skala magnitudo pada pengukuran gempa bumi.  Sistem ini dikembangkan pada tahun 1980-an, menggunakan variable seperti volume dan kecepatan serta variable lainnya dalam mengukur kekuatan letusan sebuah gunung berapi.  Skala VEI ditetapkan antara 1 sampai dengan 8, makin besar angka skala VEI menunjukkan kekuatan letusan gunung berapi semakin besar.

Sebelum adanya sistem VEI, para ilmuwan sangat sulit untuk menyajikan data kekuatan letusan sebuah gunung berapi, namun mereka telah dapat memprediksikan dan menyusun urutan kekuatan letusan dengan mempelajari catatan sejarah, beberapa letusan kuat dan menghancurkan dari gunung berapi.

Situs ouramazingplanet.com telah mempublikasikan 10 gunung berapi yang paling kuat letusannya dalam 4.000 tahun terakhir (dalam catatan manusia) berdasarkan urutan kronologis serta dampak kehancuran yang ditimbulkan dan perkiraan dalam skala VEI.

    1.  Gunung Huaynaputina, Peru – Meletus tahun 1600 (6 Skala VEI)

    Letusan gunung Huaynaputina merupakan letusan gunung berapi terbesar di Amerika Selatan yang tercatat dalam sejarah.  Ledakan itu mengirimkan lumpur sejauh 75 mil (120 km) di Samudra Pasifik,  dan dampaknya telah mempengaruhi iklim global, mempengaruhi Musim panas serta menimbulkan suhu udara terdingin dalam 500 tahun terakhir.  Abu akibat ledakan ini telah menutupi wilayah daratan di bagian barat gunung Huaynaputina, seluas 20 mil (50 km persegi), yang masih terlihat sampai hari ini.  Meskipun Huaynaputina adalah gunung dengan ketinggian 16.000 kaki (4.850 meter), namun karena Ia berdiri di sepanjang tepi jurang yang dalam, dan puncaknya yang tidak memiliki siluet sehingga tidak tampak seperti gunung berapi.  Bencana yang terjadi pada tahun 1600 ini telah merusak dan menghancurkan kota-kota terdekat seperti Arequipa dan Moquengua, yang baru bisa pulih sepenuhnya setelah lebih dari satu abad kemudian.

    2.  Gunung Krakatau, Indonesia – Meletus tahun 1883 (6 Skala VEI)

    Gemuruh yang mendahului letusan Krakatau dalam minggu-minggu awal musim panas tahun 1883 akhirnya mencapai klimaks dengan ledakan besar pada 26-27 April.  Letusan eksplosif stratovolcano ini terdengar sampai ribuan mil jauhnya.  Gunung Krakatau terletak di sepanjang busur kepulauan vulkanik di zona subduction dari lempeng Indo-Australia, letusannya telah memuntahkan sejumlah besar batu, abu serta batu apung.  Ledakan itu juga menimbulkan tsunami, ketinggian gelombang maksimum mencapai 140 kaki (40 meter) dan menewaskan sekitar 34.000 orang.  Gelombang tsunami yang ditimbulkan menyebar jauh, hingga lebih dari 7.000 mil (11.000 km) bahkan sampai ke Semenanjung Arab.  Sedangkan pulau yang pernah menjadi tempat bagi gunung Krakatau hancur dan hilang dalam letusan.  Pada bulan Desember 1927 kembali terjadi letusan Anak Gunung Krakatau yang tumbuh berbentuk kerucut di tengah kaldera yang dihasilkan oleh letusan Krakatau 1883.  Anak Krakatau tumbuh secara sporadis, membangun sebuah pulau baru di bawah bayang-bayang induknya.

    3.  Gunung Santa Maria Volcano, Guatemala – Meletus tahun 1902 (6 Skala VEI)

    Letusan Santa Maria pada tahun 1902 adalah salah satu letusan terbesar dari abad ke-20. Ledakan keras terjadi setelah gunung berapi ini tidak pernah meletus selama 500 tahun, dan meninggalkan kawah besar, dengan diameter hampir satu mil (1,5 km).  Gunung berapi ini adalah bagian dari rantai stratovolcanoes yang terdapat di sepanjang dataran pantai Laut Pasifik Guatemala.  Gunung Santa Maria Volcano mengalami aktivitas terus menerus dengan letusan terakhir terjadi pada tahun 1922 pada 3 skala VEI.  Pada tahun letusan tahun 1929 tersebut, Santa Maria memuntahkan aliran lava panas yang bergerak cepat, melelehkan apa saja yang dilaluinya dan merenggut ratusan nyawa bahkan mungkin telah menewaskan sebanyak 5.000 orang.

    4.  Gunung Novarupta, Alaska Peninsula – Meletus tahun 1912 (6 skala VEI)

    Gunung berapi Novarupta merupakan salah satu dari rantai gunung berapi di Semenanjung Alaska, bagian dari Pacific Ring of Fire dan termasuk salah satu ledakan vulkanik terbesar dari abad ke-20.  Letusan kuat telah melontarkan 3 kilometer kubik (12,5 km kubik) magma dan debu ke udara, dan jatuh menutupi area seluas 3.000 mil persegi (7.800 km persegi) dengan ketebalan debu lebih dari satu kaki.

    5.  Gunung Pinatubo, Luzon, Philippines –  Meletus tahun 1991 (6 skala VEI)

    Letusan dahsyat Pinatubo adalah letusan eksplosif klasik.  Gunung ini merupakan sebuah stratovolcano yang termasuk dalam rantai gunung berapi yang terbentuk di sepanjang subduction zone. Letusan Pinatubo mengeluarkan lebih dari 1 mil kubik (5 kilometer kubik) material ke udara dan menciptakan awan debu yang naik hingga 22 mil (35 km) di atmosfer dan jatuh di daerah pedesaan, bahkan menumpuk begitu banyak sehingga menyebabkan beberapa atap rumah warga runtuh akibat beban yang berat.  Ledakan itu juga memuntahkan jutaan ton sulfur dioksida dan partikel lainnya ke udara, yang menyebar ke seluruh dunia melalui udara dan menyebabkan suhu global turun sekitar 1 derajat Fahrenheit (0,5 derajat Celcius) selama setahun setelah letusan.

    6.  Ambrym Island, Republic of Vanuatu – Meletus tahun 50-an (6+ skala VEI)

    Gunung ini terletak di Pulau kecil sebelah barat daya Samudera Pasifik dengan luas 665 km-persegi, letusannya merupakan salah satu letusan yang paling mengesankan dalam sejarah, dintaranya letusan ini telah mengirimkan gelombang abu panas dan debu, membentuk kaldera dengan lebar 7,5 mil (12 km).  Gunung berapi ini tetap menjadi salah satu yang paling aktif di dunia, telah meletus hampir 50 kali sejak 1774, dan telah terbukti sebagai gunung berapi yang berbahaya bagi penduduk setempat.  Pada tahun 1894, enam orang tewas oleh bom vulkanik dan empat orang terkena aliran lava panas, serta pada tahun 1979, hujan asam yang disebabkan oleh gunung berapi ini telah menyebabkan luka bakar terhadap beberapa orang penduduk.

    7.  Gunung Ilopango Volcano, El Salvador – Meletus tahun 450-an (6+ skala VEI)

    Gunung ini terdapat di pusat negara El Salvador, hanya beberapa mil sebelah timur dari ibukota San Salvador, hanya mengalami dua letusan dalam sejarah, letusan pertama yang diketahui adalah erupsi doozy. Letusan ini menyelimuti sebagian besar wilayah tengah dan barat El Salvador dengan batu apung dan abu, yang menghancurkan early Mayan cities, serta telah memaksa penduduk untuk mengungsi.  Rute perdagangan menjadi terganggu, dan pusat-pusat peradaban Mayan bergeser dari daerah dataran tinggi di El Salvador ke daerah dataran rendah di sebelah utara dan di Guatemala.  Kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung ini sekarang telah menjadi salah satu danau terbesar di El Salvador.

    8.  Gunung Thera, Island of Santorini, Greece –  Meletus tahun 1610-an (7 skala VEI)

    Ahli geologi memperkirakan Thera meledak pada tahu 1610-an dengan energi yang setara dengan beberapa ratus bom atom dalam sepersekian detik.  Meskipun tidak ada catatan tertulis dari letusan ini, ahli geologi telah memperkirakan letusan itu bisa menjadi ledakan terkuat yang pernah terjadi.

    9.  Changbaishan Volcano, China – Meletus tahun 1000-an (7 skala VEI)

    Juga dikenal sebagai Volcano Baitoushan, letusannya memuntahkan material vulkanik sampai ke Jepang bagian utara, yang berjarak sekitar 750 mil (1.200 kilometer).  Letusan ini juga menciptakan kaldera besar - hampir 3 mil (4,5 km) dengan kedalaman setengah mil (hampir 1 km) di puncak gunung.  Sekarang terisi dengan air dari Danau Tianchi atau Sky Lake, dan telah menjadi tujuan wisata yang cukup terkenal dengan keindahan alamnya.  Gunung ini terakhir meletus pada 1702, para ahli geologi menganggapnya sebagai dorman.  Dilaporkan pada tahun 1994 terdapat Emisi gas dari puncak dan sumber air panas di dekatnya, tetapi tidak ada bukti aktivitas baru yang diamati dari gunung ini.

    10.  Gunung Tambora, Sumbawa Island, Indonesia – Meletus tahun 1815 (7 skala VEI)

    Ledakan Gunung Tambora adalah yang terbesar yang pernah dicatat oleh manusia, peringkat satu dengan skala 7 pada Volcanic Explosivity Index (disebut sebagai "super-kolosal") peringkat tertinggi dalam indeks. Gunung berapi ini masih aktif dan merupakan salah satu puncak tertinggi di negara kepulauan Indonesia.  Letusan terbesar ini terjadi pada bulan April 1815, ledakannya begitu keras dan terdengar lebih dari 1.200 mil (1.930 km) jauhnya, bahkan terdengar sampai di Pulau Sumatera. Korban tewas akibat letusan ini diperkirakan 71.000 orang, dan awan abu yang tebal turun di banyak pulau-pulau yang jauh.

Apakah 10 Letusan Gunung Berapi di Atas Merupakan Letusan Terbesar Dalam Sejarah?

Beberapa situs melansir bahwa letusan terbesar sejak kebangkitan ilmu pengetahuan, katakanlah tahun 1800-an, adalah letusan Gunung Tambora pada tahun 1815.  Kemudian mereka juga memiliki catatan tertulis tentang letusan dahsyat Gunung Santorini, sekitar 1630 SM.  Namun, letusan Gunung Taupo di Selandia Baru pada tahun 186 adalah lebih besar hanya saja belum ada manusia yang tinggal di sana pada waktu itu.

Tapi letusan gunung berapi yang benar-benar besar dan dahsyat sejak munculnya manusia modern, Homo sapiens, adalah letusan besar Toba, di Sumatera, sekitar 75.000 tahun yang lalu.  Letusan ini menghasilkan 2800 kilometer kubik abu dan mungkin telah mengurangi populasi manusia di dunia dan hanya menyisakan sekitar 10.000 orang (hasil diskusi para ahli vulcanology dunia).

Sekitar 75.000 tahun yang lalu Toba, di pulau Sumatera, Indonesia, meletus begitu hebat yang hampir menyapu bersih populasi manusia di dunia.  Toba memuntahkan 2.800 km³ puing ke atmosfer menciptakan musim dingin yang berlangsung selama beberapa tahun.  Diperkirakan letusan ini berada pada 8 skala VEI, ini adalah letusan terbesar di bumi dalam 25 juta tahun terakhir.  Namun, hipotesis ini tidak diterima secara luas karena kurangnya bukti, akan tetapi telah diterima bahwa letusan Toba menyebabkan musim dingin vulkanik dengan penurunan suhu di seluruh dunia antara 3 sampai 5 ° C (5 sampai 9 ° F), bahkan sampai 15 ° C.

Masih ada lagi letusan gunung berapi yang lebih dahsyat.  Letusan Toba belum apa-apa dibandingkan dengan ketika Caldera Yellowstone meletus, mungkin letusan gunung berapi ini merupakan letusan terbesar di dunia, terjadi kira-kira 2,1 juta tahun yang lalu, mengakibatkan letusan 2.500 kali lebih kuat daripada letusan Gunung St Helens.

Kaldera Yellowstone meletus kira-kira setiap 600.000 hingga 800.000 tahun, dan letusan terakhir terjadi sekitar 640.000 tahun yang lalu, dan ketika meletus lagi itu akan menjadi bencana besar bagi planet kita.

Akhirnya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita, dan bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya letusan terbesar gunung berapi ini jika kita yang mengalaminya... lantas bagaimana jika dibandingkan dengan peristiwa kiamat yang pasti akan terjadi..? wallahu alam bissawab... hanya Allah yang maha mengetahui...

0 komentar:

Poskan Komentar