Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 Maret 2013

Gunung berapi


Gunung berapi

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:

  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami.
  • Gempa bumi.
Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Status
Makna
Tindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar
  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan


Jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya
Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
Perisai
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.

Klasifikasi gunung berapi di Indonesia
Kalangan vulkanologi Indonesia mengelompokkan gunung berapi ke dalam tiga tipe berdasarkan catatan sejarah letusan/erupsinya.
  • Gunung api Tipe A : tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
  • Gunung api Tipe B : sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara.
  • Gunung api Tipe C : sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.

Daftar gunung berapi di Indonesia dan petanya.
Peta gunung brapi di Indonesia

  • Agung
  • Api Siau
  • Argopuro
  • Arjuno
  • Gunung Awu
  • Barujari
  • Batur
  • Gunung Batutara
  • Bromo
  • Bur ni Telong
  • Ciremai
  • Galunggung
  • Gamkonora
  • Gede
  • Guntur
  • Ibu
  • Ine Like
  • Iya
  • Kawah Ijen
  • Kelimutu
  • Kelud
  • Kerinci
  • Krakatau
  • Lawu
  • Leuser
  • Lokon
  • Lurus
  • Mahameru
  • Merapi
  • Merbabu
  • Papandayan
  • Raung
  • Rinjani
  • Sago
  • Salak
  • Semeru
  • Sibayak
  • Sinabung
  • Singgalang
  • Sirung
  • Soputan
  • Talamau
  • Talang
  • Tambora
  • Tandikat
  • Tangkuban Perahu
  • Welirang

Sabtu, 02 Maret 2013

Pembagian Pecahan Desimal Cara Mudah

                 Pembagian  Pecahan Desimal Cara Mudah

Contoh : 0,625 : 0,25
1. No Reken Koma (Tidak menghiarukan tanda kOMa)
    Sehingga bilangan 0,625 menjadi 625 dan 0,25 menjadi 25
2. Bagi bilangan tanpa koma
    625 : 25 = 25
3. Hitung banyaknya angka di belakang koma bilangan yang dibagi dengan banyaknya angka di belakang     
    bilangan pembagi, JIKA
  •     Hasil pengurangannya adalah positif 1,2,3 dst, maka hasil pembagian pada point 2 masih harus dibagi 10, 100, 1000 dst atau masih harus ada 1,2,3 angka di belakang koma
  • Hasil pengurangan adalah 0 maka hasil pembagian pada point 2 TETAP
  • Hasil pengurangannya adalah negatif ( -1, -2, -3 dst, maka hasil pembagian pada point masih harus dikalikan dengan 10, 100, 1000 dst)
    Terdapat 3 angka di belakang koma pada bilangan yang dibagi
    Dan terdapat 2 angka pada bilangan pembagi
4. Kurangkan banyaknya angka di belakang koma bilangan yang dibagi dengan banyaknya angka di 
    belakang koma pembagi, yaitu
    3 - 2 = 1
5. Hasil pengurangan menunjukkan bahwa Hasil pembagian pada point 2 harus dibagi 10 atau harus terda-
    pat satu angka di belakang koma pada bilangan 25, yaitu 2,5

Sehingga pengerjaan pada contoh yang lain adalah:
1. 0,625 : 0,025 = 
    Hasilnya pasti mengandung angka 25
    Hasil pengurangan banyaknya angka di belakang koma adalah 0, sehingga perolehan hasil pembagian 
    bilangan desimal tersebut adalah tetap 25
2. 0,00625 : 0,25 = 
    Hasilnya pasti mengandung angka 25
    Hasil pengurangan banyaknya angka di belakang koma adalah 3, sehingga perolehan hasil pembagian 
    bilangan desimal tersebut adalah menjadi 0,025
3. 6,25 : 0,025 =
     Hasilnya pasti mengandung angka 25
    Hasil pengurangan banyaknya angka di belakang koma adalah -1, sehingga perolehan hasil pembagian 
    bilangan desimal tersebut adalah menjadi 250
4. 62,5 : 0,00025 = 
     Hasilnya pasti mengandung angka 25
    Hasil pengurangan banyaknya angka di belakang koma adalah -4, sehingga perolehan hasil pembagian 
    bilangan desimal tersebut adalah 250000
 
Jika Bilangan yang dibagi tidak mencukupi, bisa kita pinjami 0...
Contoh :
0,05 : 0,00125 , maka 
0,05 kita anggap 5 dan kemudian kita pinjami dua angka 0 sehingga anggap 500 agar dapat dibagi dengan 0,00125 yang kita anggap 125
sehingga menjadi 0,0500 : 0,00125
Hasilnya pasti mengandung angka 4
Hasil pengurangan banyaknya angka di belakang koma adalah -1, sehingga perolehan hasil pembagian 
bilangan desimal tersebut adalah 40

    
Atau dapat digambarkan sbb :
   

    
4
-
5
= -1
Banyaknya Angka di belakang koma



0,0500
:
0,00125
= 40